Sunday, 11 January 2015

Sahabat dan Jingga

kapan jingga menjadi begitu indah?
mengapa pesona ungu seakan terganti?
mengapa dominasi berubah total?
haruskah elegi terbaca semua orang?
nyatanya, itu kegalauan..
nyatanya, itu ketidakpastian..
tapi mengapa burung tak kabarkan lagi kebahagiaan?
mengapa bulan tak lagi tersenyum pancarkan cahayanya?
rindu..
jangan pernah berubah
cukup seperti dulu, selamanya.

***

puisi singkat ini adalah puisi yang dikarang oleh seorang sahabatku yang tinggal di seberang pulau sana :’) (tapi aku telah melakukan perubahan di beberapa bagian baitnya :3 :D )

sahabat yang jauh disana, berapa lama kita tidak bertatap muka secara langsung?
berapa lama kita tidak belajar bersama?
berapa lama aku tidak menceritakan banyak hal padamu secara langsung?
berapa lama aku tidak mendengarkan setiap kata dari cerita2mu secara langsung?
berapa lama kita tidak duduk di teras rumahku sambil menyantap mangga yang masih muda dan asam kesukaanmu?
berapa lama kita tidak menangis dan tertawa bersama?
berapa lama aku tidak mendengar kalimat yang pasti kau ucapkan ketika aku menangis dihadapanmu karena hal itu, “udah, La. lupain, nggak ada gunanya” ? :’)

ya, sudah hampir 4 tahun kami tidak bertatap muka secara langsung..
dan hingga detik ini, aku masih mengingat setiap detail yang terjadi di hari pertemuan terakhir kami, di pagi yang cerah, tapi tak cukup cerah untuk menyembunyikan kesedihan yang sama-sama kami rasakan hari itu.. *kalimat yg ini lebay banget ya -_-v *terbawa suasana ._.v
serta sebagian besar yang terjadi di hari pertama kami bertemu (sekitar pertengahan bulan juli tahun 2006).

saat ini aku sedang duduk didepan laptopku dan ditemani oleh 2 lembar surat dari sahabatku dan sepasang manset pendek yang dia berikan untukku di hari terakhir pertemuan kami :’)

dan aku tidak mengerti kenapa, tapi setiap kali aku membaca ulang surat darinya, aku pasti menangis. (dan itulah salah satu alasannya kenapa aku tidak mau membacanya saat ini).

ketika kau telah memiliki seorang yang kau anggap sahabat dan dia juga menganggapmu sahabat sejatinya, kau akan merasa ada sebuah ikatan yang lebih dari sekedar ikatan saudara diantara kalian..
ketika tiba-tiba kau merasa gelisah, dan ketika itu juga kau menghubungi sahabatmu, lalu kau tahu, ternyata benar, ada sesuatu yang terjadi..
yaa kira-kira seperti itu ikatan yang aku maksud.
atau terkadang, ketika kau berbicara dengannya via telepon (karena jarak yang tidak memungkinkan kalian untuk bertemu secara langsung), kau bisa langsung menduga ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.. dan ternyata memang dugaanmu benar.

aku tidak tahu bagaimana aku bisa menulis ini..
ya, inspirasi memang datang begitu saja..
bahkan dari sepasang manset sekalipun :)

No comments:

Post a Comment