Kita tidak lebih hanya 8 anak manusia yang dipertemukan oleh Allah untuk saling membantu dalam mengemban amanah ini. Kita tidak lebih hanya 8 orang anak yang atas izin Allah akan menjalankan amanah yang tidak mudah ini. Kita tidak lebih hanya 8 anak manusia yang telah Allah beri karunia untuk berjuang di jalan ini dengan cara yang berbeda. Ya, bersama kalian lah akan aku lalui hari-hari yang tidak mudah selama setahun kedepan. Aku tidak pernah tahu apa yang akan aku hadapi esok hari, begitu pun kalian. Kita tidak pernah tahu ujian apa yang akan Allah berikan pada kita. Yang kita tahu, hanyalah melakukan yang terbaik yang kita bisa. Yang kita tahu, hanyalah meniatkan semua yang akan kita lakukan untuk-Nya, Lillahita’ala. Dan yang kita tahu, bahwa Allah selalu melihat proses. Setiap detail dari proses yang kita jalani. Setiap detail dari apa yang kita lakukan. Setiap detail dari apa yang kita niatkan untuk-Nya. Hanya untuk-Nya. Lelah? Sudah pasti akan datang. Penat pun tak akan kehilangan kesempatan untuk menghampiri kita. Tapi yakinlah, atas izin-Nya, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada yang sia-sia. Karena itu, mari sama-sama kita lalui ini semua. Saling mengingatkan. Saling menguatkan.
Di awal yang indah ini, aku hanya mampu berdo’a agar Allah selalu mengistiqomahkan kita semua. Agar Allah selalu menguatkan bahu kita semua. Sehingga tak masalah seberat apapun beban yang kita pikul, Allah selalu memberi kita kekuatan untuk bertahan.
Di awal yang indah ini, aku hanya mampu menuliskan untaian kalimat yang sangat sederhana ini untuk kalian, keluarga baruku. semoga kita dapat menggapai akhir yang indah pula.
Di halaman pertama buku perjalanan kita ini, aku siratkan do’a dan harapan untuk kita semua. Untuk keinginan kita, untuk kesungguhan kita meraih ridha-Nya. Untuk keseriusan kita berusaha melakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan.
Dan disini, aku mengucapkan selamat datang, keluarga kecilku yang baru. Yang akan berjuang di jalan ini bersama-sama denganku.
Keluarga kecil baruku, Mentari.
Aku harap kita bisa menyinari Asy-syifaa‘ seperti mentari yang menyinari bumi..
Seperti cahaya mentari terbit yang menghangatkan dan membangkitkan semangat, dan seperti cahaya mentari terbenam yang begitu tenang dan damai..
Selamat berjuang, keluargaku. Bismillah :)
Di awal yang indah ini, aku hanya mampu berdo’a agar Allah selalu mengistiqomahkan kita semua. Agar Allah selalu menguatkan bahu kita semua. Sehingga tak masalah seberat apapun beban yang kita pikul, Allah selalu memberi kita kekuatan untuk bertahan.
Di awal yang indah ini, aku hanya mampu menuliskan untaian kalimat yang sangat sederhana ini untuk kalian, keluarga baruku. semoga kita dapat menggapai akhir yang indah pula.
Di halaman pertama buku perjalanan kita ini, aku siratkan do’a dan harapan untuk kita semua. Untuk keinginan kita, untuk kesungguhan kita meraih ridha-Nya. Untuk keseriusan kita berusaha melakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan.
Dan disini, aku mengucapkan selamat datang, keluarga kecilku yang baru. Yang akan berjuang di jalan ini bersama-sama denganku.
Keluarga kecil baruku, Mentari.
Aku harap kita bisa menyinari Asy-syifaa‘ seperti mentari yang menyinari bumi..
Seperti cahaya mentari terbit yang menghangatkan dan membangkitkan semangat, dan seperti cahaya mentari terbenam yang begitu tenang dan damai..
Selamat berjuang, keluargaku. Bismillah :)