Tiada kata terbaik yang dapat aku
ungkapkan selain Alhamdulillah disertai rasa syukur kepada Allah yang telah
membuat semua ini terjadi. Tepat di hari minggu pagi, pada tanggal 17 April
2016, Pembukaan sekaliagus penyuluhan pertama dari seluruh rangkaian program My
Mother, My Hero (MMMH) dimulai. MMMH adalah sebuah program yang kami ajukan
pada Program Kreativitas Mahasiswa kategori Pengabdian Kepada masyarakat
(PKMM).
Dalam pelaksanaan program ini,
dari mulai penyusunan proposal hingga pelaksanaan kegiatan, aku dan keempat
temanku yang lain dibantu oleh seorang dosen pembimbing, Adi Santosa Maliki,
dr., Sp.And. Alhamdulillah, aku satu tim dengan orang-orang keren.
-
Dewi Puspasari (FK 2013)
-
Dewi Listiani Solecha (FK
2013)
-
Devi Agustin Setiawati (FK
2014)
-
Keumala Hayati (FK 2013)
Kang Rio memang satu-satunya
anggota tim yang bukan berasal dari bidang kesehatan. Ceritanya agak panjang
bagaimana kami bisa satu tim dengan kang Rio, tapi aku tidak akan membahasnya
dsini.
Tema besar yang kami angkat dalam
program MMMH ini adalah kesehatan. Bagaimana kita bisa mengoptimalkan peran ibu
untuk menjadi seorang pahlawan dimulai dari internal keluarganya sendiri. Peranan
ibu yang akan kami coba optimalkan disini adalah yang sangat crucial, yaitu
pola hidup. Karena seorang ibu adalah kunci dari pola hidup sehat keluarganya,
terlebih jika ibu tersebut adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak terikat
jam kerja di kantor, sehingga bisa lebih banyak mengalokasikan waktunya untuk
keluarga.
Lalu mengapa harus pola hidup? Pola
hidup merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk beberapa penyakit metabolic
yang sifatnya kronis, seperti hipertensi, diabetes, dan metabolic syndrome
yang lain. Menurut penelitian yang sudah dilakukan, ternyata prevalensi
penderita hipertensi di Kecamatan Jatinangor (tempat kami melaksanakan program
ini) sangat tinggi, yaitu 38%. Angka ini bahkan melebihi angka nasional. Ada 3
desa di Kecamatan Jatinangor yang diteliti dan ternyata memiliki angka
prevalensi hipertensi yang tinggi, yaitu Desa Hegarmanah, Desa Cilayung, dan Desa
Cipacing. Dengan pertimbangan feasibility, accessibility, dan beberapa
pertimbangan lain, kami sepakat untuk memilih Desa Hegarmanah sebagai sasaran
dalam program ini. Alhamdulillah, aparat Desa Hegarmanah yang menjadi perantara
kami dalam menjalankan program ini juga sangat kooperatif.
Dan akhirnya, hari yang kami
tunggu-tunggu telah tiba. Pembukaan program MMMH sekaligus penyuluhan pertama
dengan tema standard PHBS. Dimulai dengan briefing internal tim sekitar pukul
09.00 WIB di Kampus Unpad Jatinangor. Kemudian kami menuju lokasi acara di
Kantor Kepala Desa Hegarmanah yang terletak tidak jauh dari Kampus Unpad
Jatinangor pada pukul 09.30 WIB dan bersiap-siap. Alhamdulillah acara dapat
dimulai tepat waktu, pada pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh bapak Kepala
Desa Hegarmanah. Rangkaian acara yang lain juga berlangsung lancar dan dapat
selesai tepat waktu.
Baiklah~ berikut ini beberapa
dokumentasi kegiatan yang sempat tertangkap kamera.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh
kang Rio.
Kata sambutan oleh Bapak Kepala
Desa Hegarmanah
Pemaparan Program dan Timeline
MMMH oleh saya sendiri (hehe)
Materi PHBS -7 langkah cuci tangan
yang baik dan benar oleh Dewi Puspasari selaku Ketua Pelaksana, ditemani 2 MC kece Dewi Listiani &
Devi Agustin Setiawati.
Ibu-ibu peserta ikut memeragakan 7
langkah cuci tangan ^_^
Yeay! Acara telah selesai. My Mother,
My Hero. Kami siap jadi ibu hebat!
Terakhir, evaluasi internal tim.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Senang rasanya dapat melakukan seuatu yang bermanfaat. Dapat memberikan sesuatu
yang mungkin dapat merubah sebuah keadaan. Dapat berkontribusi dalam sebuah
program bersama orang-orang hebat. Semoga apapun yang kita lakukan selalu
bernilai ibadah, dan lelahnya menjadi lillah. Hamasah, gengs! J
Dokumentasi lebih lengkap bisa dilihat di Vlog yang diupload oleh kang Rio disini à https://www.youtube.com/watch?v=mTyFKdS1ZPg







No comments:
Post a Comment