Friday, 2 January 2015

Catatan Kecil Tentang SOOCA #2

                Senin, 29 Desember 2014.
Ini adalah SOOCA keempat yang aku jalani selama aku belajar di FK Unpad. Di semester ketiga ini, aku mempelajari EMS (Endocrine and Metabolism System) dan NBSS (Neuro-behaviour and Special Sense System). Ada 15 case yang aku dan teman-temanku pelajari selama 1 semester ini, dan ke-15 case itu memiliki probabilitas yang sama di ujian SOOCA. Dari semester ke semester, SOOCA selalu menjadi sesuatu yang special :’)
Yang bisa aku ambil dari SOOCA system kali ini, SOOCA itu bisa menjadi refleksi. Refleksi dari apa? Tentu saja refleksi dari belajar. Entah cara belajar, atau banyak sedikitnya yang kita pelajari selama 1 semester ini. Aku serius.
Tapi tidak selamanya hasil SOOCA itu selalu menjadi refleksi dari belajar. Ada banyak factor lain. Karena tidak sedikit yang mengalami kegagalan saat SOOCA karena kurang beruntung. Kurang beruntung karena mendapat case yang kebetulan kurang dikuasainya, sementara ada case-case lain yang sangat dikuasainya tapi sayangnya ketika SOOCA dia mendapat case yang kurang dikuasainya itu.
Kurang beruntung karena waktunya kurang. Tidak sedikit juga yang mendapat nilai SOOCA pas-pasan atau bahkan harus berakhir gagal karena kekurangan waktu saat mempresentasikan case yang dia dapat. Dia sangat menguasai semua materinya, tapi apa mau dikata saat bel berbunyi yang menandakan waktu habis sementara penjelasannya baru sampai setengah atau tiga perempatnya.
                Dan masih banyak kurang beruntung yang lain lagi, sebut saja itu faktor X, aku kesulitan menjelaskannya dengan kata-kata. Tapi yang jelas, faktor X itu sangat berperan. Bisa jadi dia menjadi faktor yang buruk, tapi sangat mungkin juga dia menjadi faktor baik yang membuat bingung sekaligus senang.
                Hal lain yang aku dapat dari SOOCA kali ini adalah rasa syukur dan sabar.
                Bersyukur, dengan hasil apapun. Berapapun nilai yang kamu dapat saat SOOCA, percayalah itu yang terbaik. Allah selalu tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Bersyukurlah, dengan hasil itu, jangan menggerutu. Dimanapun, kapanpun. Ada sebuah ilustrasi singkat yang kebetulan aku temui tak lama setelah SOOCA berakhir.
X : gimana hasilnya?
Y : alhamdulillah sih, tapi belum begitu bagus..
X : berapa emang?
Y : 85 L
X : (dalam hati : astaghfirullah, kalo dia dapet nilai yang sama kayak yang aku dapet, mungkin dia bakal nangis kali ya) jangan sedih gitu atuh mukanya, bersyukur kamu teh itu nilai kamu udah A
Y : iya sih, itu A, tapi A kurus, memept banget L
X : (nepuk bahu Y) yaudah, kalo gitu maksimalin aja semester depan biar dapet A gendut
                Hati-hati saat mengeluh. Bisa saja kamu mengeluh karena tidak mendapatkan sesuai target kamu, tapi pikirkan juga orang lain. Kamu mengeluhkan nilai yang masih A dihadapan orang yang mendapat nilai B, atau kamu mengeluhkan nilai B didepan orang yang mendapat nilai C, atau bahkan kamu mengeluhkan nilai C didepan orang yang tidak lulus. Kawan, meskipun kamu tidak mengetahui berapa nilai yang didapat oleh lawan biacaramu itu, tetaplah berhati-hati saat mengeluh. Bisa saja kamu mengeluhkan nilai B didepan orang yang kamu tahu mendapat nilai A, tapi tanpa sadar, di dekat tempatmu bicara ada orang yang mendapat bilai B, atau C, atau bahkan tidak lulus. Bersyukurlah atas apa yang kamu dapat, kawan.
                Dan bersabarlah. Ketika kamu mendapat nilai yang bgus, selalu ingat bahwa nilai A gendut itu juga merupakan ujian dari Allah. Kenapa nilai bagus jadi ujian? Allah ingin melihat bagaimana sikapmu, kawan. apakah kamu akan rendah hati atau malah akan menjadi sombong dengan nilai bagusmu itu? Apakah kamu akan tetap membantu temanmu yang belum beruntung atau kamu malah akan menyombongkan diri dengan membiarkannya? atau, apakah kamu akan tetap melalukan amalan-amalan yang kamu lakukan saat memohon nilai bagus itu kepada Allah, atau malah akan meninggalkannya setelah kamu mendapat nilai bagus yang kamu inginkan? Jangan sapai seperti itu. Ketika mendapatkan nilai yang menurutmu belum memuaskan, bersabarlah, berusahalah lebih keras lagi. Berusahalah semaksimal mungkin. Allah tidak melihat berapa nilaimu, tapi Allah melihat proses yang kamu jalani.
                Semua kemungkinan bisa saja terjadi, kapanpun. Tidak hanya saat SOOCA. Tapi kapanpun. Ingatlah bahwa Allah hanya tinggal mengucapkan “jadi” maka jadilah sesuatu itu.
                Mungkin hanya itu yang bisa aku tulis saat ini. Maaf jika ada kata-kata yang salah. Penulis amatiran ini hanya berusaha menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya :‘)
                Selamat belajar teman-teman yang masih ujian dan selamat berlibur teman-teman yang sudah libur. Semoga apapun yang kita lakukan selalu mendapat ridha dari Allah subhanallahu wata’ala.
                “Suatu hari, kamu hanya akan menjadi bagian dari kenangan seseorang, maka itu jadilah yang terbaik dari kenangan itu dengan melakukan hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan“



Jatinangor, Jum’at 2 Januari 2015              

No comments:

Post a Comment