Senin,
29 Desember 2014.
Ini adalah SOOCA keempat yang aku
jalani selama aku belajar di FK Unpad. Di semester ketiga ini, aku mempelajari
EMS (Endocrine and Metabolism System) dan NBSS (Neuro-behaviour and Special
Sense System). Ada 15 case yang aku dan teman-temanku pelajari selama 1
semester ini, dan ke-15 case itu memiliki probabilitas yang sama di ujian
SOOCA. Dari semester ke semester, SOOCA selalu menjadi sesuatu yang special :’)
Yang bisa aku
ambil dari SOOCA system kali ini, SOOCA itu bisa menjadi refleksi. Refleksi dari
apa? Tentu saja refleksi dari belajar. Entah cara belajar, atau banyak
sedikitnya yang kita pelajari selama 1 semester ini. Aku serius.
Tapi tidak
selamanya hasil SOOCA itu selalu menjadi refleksi dari belajar. Ada banyak factor
lain. Karena tidak sedikit yang
mengalami kegagalan saat SOOCA karena kurang beruntung. Kurang beruntung karena
mendapat case yang kebetulan kurang dikuasainya, sementara ada case-case lain
yang sangat dikuasainya tapi sayangnya ketika SOOCA dia mendapat case yang
kurang dikuasainya itu.
Kurang beruntung karena waktunya kurang. Tidak sedikit
juga yang mendapat nilai SOOCA pas-pasan atau bahkan harus berakhir gagal
karena kekurangan waktu saat mempresentasikan case yang dia dapat. Dia sangat
menguasai semua materinya, tapi apa mau dikata saat bel berbunyi yang
menandakan waktu habis sementara penjelasannya baru sampai setengah atau tiga
perempatnya.
Dan masih banyak kurang
beruntung yang lain lagi, sebut saja itu faktor X, aku kesulitan menjelaskannya
dengan kata-kata. Tapi yang jelas, faktor X itu sangat berperan. Bisa jadi dia
menjadi faktor yang buruk, tapi sangat mungkin juga dia menjadi faktor baik
yang membuat bingung sekaligus senang.
Hal lain yang aku dapat dari
SOOCA kali ini adalah rasa syukur dan sabar.
Bersyukur, dengan hasil apapun. Berapapun
nilai yang kamu dapat saat SOOCA, percayalah itu yang terbaik. Allah selalu
tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Bersyukurlah, dengan hasil itu, jangan
menggerutu. Dimanapun, kapanpun. Ada sebuah ilustrasi singkat yang kebetulan
aku temui tak lama setelah SOOCA berakhir.
X : gimana
hasilnya?
Y : alhamdulillah
sih, tapi belum begitu bagus..
X : berapa emang?
Y : 85 L
X : (dalam hati :
astaghfirullah, kalo dia dapet nilai yang sama kayak yang aku dapet, mungkin
dia bakal nangis kali ya) jangan sedih gitu atuh mukanya, bersyukur kamu teh
itu nilai kamu udah A
Y : iya sih, itu
A, tapi A kurus, memept banget L
X : (nepuk bahu
Y) yaudah, kalo gitu maksimalin aja semester depan biar dapet A gendut
Hati-hati saat mengeluh. Bisa saja
kamu mengeluh karena tidak mendapatkan sesuai target kamu, tapi pikirkan juga
orang lain. Kamu mengeluhkan nilai yang masih A dihadapan orang yang mendapat
nilai B, atau kamu mengeluhkan nilai B didepan orang yang mendapat nilai C,
atau bahkan kamu mengeluhkan nilai C didepan orang yang tidak lulus. Kawan,
meskipun kamu tidak mengetahui berapa nilai yang didapat oleh lawan biacaramu
itu, tetaplah berhati-hati saat mengeluh. Bisa saja kamu mengeluhkan nilai B
didepan orang yang kamu tahu mendapat nilai A, tapi tanpa sadar, di dekat
tempatmu bicara ada orang yang mendapat bilai B, atau C, atau bahkan tidak
lulus. Bersyukurlah atas apa yang kamu dapat, kawan.
Dan bersabarlah. Ketika kamu
mendapat nilai yang bgus, selalu ingat bahwa nilai A gendut itu juga merupakan
ujian dari Allah. Kenapa nilai bagus jadi ujian? Allah ingin melihat bagaimana
sikapmu, kawan. apakah kamu akan rendah hati atau malah akan menjadi sombong
dengan nilai bagusmu itu? Apakah kamu akan tetap membantu temanmu yang belum
beruntung atau kamu malah akan menyombongkan diri dengan membiarkannya? atau,
apakah kamu akan tetap melalukan amalan-amalan yang kamu lakukan saat memohon
nilai bagus itu kepada Allah, atau malah akan meninggalkannya setelah kamu
mendapat nilai bagus yang kamu inginkan? Jangan sapai seperti itu. Ketika mendapatkan
nilai yang menurutmu belum memuaskan, bersabarlah, berusahalah lebih keras
lagi. Berusahalah semaksimal mungkin. Allah tidak melihat berapa nilaimu, tapi
Allah melihat proses yang kamu jalani.
Semua kemungkinan bisa saja
terjadi, kapanpun. Tidak hanya saat SOOCA. Tapi kapanpun. Ingatlah bahwa Allah hanya
tinggal mengucapkan “jadi” maka jadilah sesuatu itu.
Mungkin hanya itu yang bisa aku tulis saat
ini. Maaf jika ada kata-kata yang salah. Penulis amatiran ini hanya berusaha
menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya :‘)
Selamat belajar teman-teman yang
masih ujian dan selamat berlibur teman-teman yang sudah libur. Semoga apapun
yang kita lakukan selalu mendapat ridha dari Allah subhanallahu wata’ala.
“Suatu hari, kamu hanya akan
menjadi bagian dari kenangan seseorang, maka itu jadilah yang terbaik dari
kenangan itu dengan melakukan hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan“
Jatinangor, Jum’at
2 Januari 2015
No comments:
Post a Comment