Hari ketiga! Seperti yang telah dijanjikan kemarin, aku dan teman-temanku yang berasal dari latar belakang ilmu kesehatan bersama-sama mengunjungi Posyandu di Desa Dukuh. Kegiatan Posyandu pada hari ini berlokasi di dekat Kantor Kepala Desa Dukuh. Sebelumnya kami sudah diberi tahu untuk datang lebih cepat, sekitar pukul 07.30 WIB. Sementara kami para mahasiswa dari bidang kesehatan datang ke Posyandu, teman-teman yang lain ikut serta dalam kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) yang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada setiap hari Jum’at pagi.
Kali ini, yang datang ke Posyandu ada aku, Hayati, Ismah, dan Hilman. Tenang, kami tidak terlambat hari ini. tepat pukul 07.30 WIB kami telah tiba di balai desa (karena kami tidak tahu persis dimana lokasi Posyandu yang dimaksud, jadi kami diminta untuk datang ke Kantor Kepala Desa terlabih dulu baru setelah itu kami akan menuju ke Posyandu bersama-sama dengan ibu-ibu kader dan ibu bidan).
Sesampainya di Kantor kepala Desa, kami tidak perlu menunggu untuk bertemu dengan ibu-ibu kader dan ibu bidan karena mereka pun tiba tepat waktu.
‘bener ya kata orang-orang. Orang desa itu rajin, ontime juga’
Kami langsung menuju ke Posyandu dan mempersiapkan keperluan yang akan digunakan selama kegiatan Posyandu berlangsung. Belum selesai kami membereskan seluruh perlengkapan, sudah ada beberapa ibu-ibu yang datang membawa anaknya.
Kegiatan posyandu di Desa Dukuh ini berlangsung rutin setiap bulannya. Terdapat 6 posyandu di setiap dusun; dusun Dukuh Barat, Dukuh Timur, Girang Timur, Girang Barat, Dukuh Tengah, dan Panjalin. Jadi setiap bulannya, ada agenda khusus untuk posyandu selama 6 hari berturut-turut.
Ibu-ibu di desa Dukuh terbilang telah memiliki kesadaran untuk membawa anak-anaknya yang masih balita ke Posyandu. Di Posyandu, anak-anak tersebut ditimbang, dan diimunisasi sesuai dengan usianya. Pendataan yang dilakukan oleh posyandu juga terbilang rapi.
Setelah beberapa jam membantu ibu-ibu kader di Posyandu, dan sudah tidak ada lagi ibu-ibu yang berkunjung sambil membawa anak-anaknya, kami mulai membereskan seluruh perlengkapan satu-persatu.
Ketika kami sedang membereskan perlengkapan...
“eh, itu mereka bukan?”
“mana?”
“itu, yg lagi jalan di deket lapangan.”
“eh iya. Jumsihnya udahan ya?”
“kayaknya iya, soalnya mereka bisa kesini.”
Sesampainya mereka disini
“kalian udah selesai?”
“iya udah tadi”
“ngapain aja jumsihnya?”
“tadi mah bebersih selokan, nyapu, ngambilin sampah. Ya gitu-gitu aja”
“selokannya sampe mana?”
“sampe ujung gang situ aja, tapi lumayan sih. Kalian posyandunya udahan juga?”
“udah, ini lagi beres-beres.”
“Eh mau foto sama kalian dong yang abis posyandu haha”
“Haha harus foto dong”
Lagi foto-foto, tiba-tiba….
“Neng, yuk!” bu bidan mengajak kami untuk pergi lagi
Seolah mengerti tatapan bingung kami, bu bidan melanjutkan, “sekrang kita ke Posyandu yang satu lagi neng, lewatin SMP. Yuk, boncengan satu-satu sama ibu, motornya ada tiga.”
“Ternyata masih ada lagi…hehehe”
“Oh iya? Dimana?”
“Kata ibunya disana lewatin SMP.”
“Naik apa? Jalan?”
“Nggak, dibonceng ibunya.”
“Oh, yaudah atuh, semangat temen-temen kesehatan”
“Yoo makasih. Pergi dulu yaa daah~”
“Daaah~”
Kami pun mengikuti ajakan bu bidan untuk ikut ke Posyandu yang ternyata adalah Sub-Posyandu yang ada di Dusun Dukuh Tengah. Saat hendak menaiki motor, kami baru sadar bahwa motor yang ada hanya tiga sementara kami ada empat orang. Akhirnya, Hilman harus berkorban dengan berjalan kaki menuju Posyandu yang dimaksud karena tidak memungkinkan untuk membonceng motor bertiga dengan kondisi jalan yang berbatu dan sempit dan sebelah kanannya langsung sawah.
Sesampainya di Posyandu yang dimaksud, aku terkejut. Sub-posyandu ini tidak memiliki bangunan khusus. Tempat ini adalah sebuah teras rumah milik penduduk setempat yang ia relakan untu menjadi tempat kegiatan Posyandu. Disni kami melakukan lagi apa yang kami lakukan di Posyandu yang sebelumnya. Namun karena posyandu ini adalah Sub-Posyandu, maka ibu-ibu yang datang membawa anaknya untuk ditimbang yang diperiksa status gizinya tidak sebanyak di Posyandu yang sebelumnya. Tidak memakan waktu lama disini, akhirnya kami pulang.
Ya, hanya itu kegiatan di luar rumah yang kami lakukan. Tidak banyak memang, tapi aku cukup senang bisa membantu kegiatan di Posyandu untuk pertama kalinya.
Semoga esok hari bisa melakukan hal yang bermanfaat lainnya.
Dukuh, 22 Juli 2016
Yuk, lanjut ke hari #4, disini :)
jalan yang kami lewati dari rumah ke kantor kepala desa
Kali ini, yang datang ke Posyandu ada aku, Hayati, Ismah, dan Hilman. Tenang, kami tidak terlambat hari ini. tepat pukul 07.30 WIB kami telah tiba di balai desa (karena kami tidak tahu persis dimana lokasi Posyandu yang dimaksud, jadi kami diminta untuk datang ke Kantor Kepala Desa terlabih dulu baru setelah itu kami akan menuju ke Posyandu bersama-sama dengan ibu-ibu kader dan ibu bidan).
Sesampainya di Kantor kepala Desa, kami tidak perlu menunggu untuk bertemu dengan ibu-ibu kader dan ibu bidan karena mereka pun tiba tepat waktu.
‘bener ya kata orang-orang. Orang desa itu rajin, ontime juga’
Kami langsung menuju ke Posyandu dan mempersiapkan keperluan yang akan digunakan selama kegiatan Posyandu berlangsung. Belum selesai kami membereskan seluruh perlengkapan, sudah ada beberapa ibu-ibu yang datang membawa anaknya.
Kegiatan posyandu di Desa Dukuh ini berlangsung rutin setiap bulannya. Terdapat 6 posyandu di setiap dusun; dusun Dukuh Barat, Dukuh Timur, Girang Timur, Girang Barat, Dukuh Tengah, dan Panjalin. Jadi setiap bulannya, ada agenda khusus untuk posyandu selama 6 hari berturut-turut.
Ibu-ibu di desa Dukuh terbilang telah memiliki kesadaran untuk membawa anak-anaknya yang masih balita ke Posyandu. Di Posyandu, anak-anak tersebut ditimbang, dan diimunisasi sesuai dengan usianya. Pendataan yang dilakukan oleh posyandu juga terbilang rapi.
Setelah beberapa jam membantu ibu-ibu kader di Posyandu, dan sudah tidak ada lagi ibu-ibu yang berkunjung sambil membawa anak-anaknya, kami mulai membereskan seluruh perlengkapan satu-persatu.
Ketika kami sedang membereskan perlengkapan...
“eh, itu mereka bukan?”
“mana?”
“itu, yg lagi jalan di deket lapangan.”
“eh iya. Jumsihnya udahan ya?”
“kayaknya iya, soalnya mereka bisa kesini.”
Sesampainya mereka disini
“kalian udah selesai?”
“iya udah tadi”
“ngapain aja jumsihnya?”
“tadi mah bebersih selokan, nyapu, ngambilin sampah. Ya gitu-gitu aja”
“selokannya sampe mana?”
“sampe ujung gang situ aja, tapi lumayan sih. Kalian posyandunya udahan juga?”
“udah, ini lagi beres-beres.”
“Eh mau foto sama kalian dong yang abis posyandu haha”
“Haha harus foto dong”
Lagi foto-foto, tiba-tiba….
“Neng, yuk!” bu bidan mengajak kami untuk pergi lagi
Seolah mengerti tatapan bingung kami, bu bidan melanjutkan, “sekrang kita ke Posyandu yang satu lagi neng, lewatin SMP. Yuk, boncengan satu-satu sama ibu, motornya ada tiga.”
“Ternyata masih ada lagi…hehehe”
“Oh iya? Dimana?”
“Kata ibunya disana lewatin SMP.”
“Naik apa? Jalan?”
“Nggak, dibonceng ibunya.”
“Oh, yaudah atuh, semangat temen-temen kesehatan”
“Yoo makasih. Pergi dulu yaa daah~”
“Daaah~”
Kami pun mengikuti ajakan bu bidan untuk ikut ke Posyandu yang ternyata adalah Sub-Posyandu yang ada di Dusun Dukuh Tengah. Saat hendak menaiki motor, kami baru sadar bahwa motor yang ada hanya tiga sementara kami ada empat orang. Akhirnya, Hilman harus berkorban dengan berjalan kaki menuju Posyandu yang dimaksud karena tidak memungkinkan untuk membonceng motor bertiga dengan kondisi jalan yang berbatu dan sempit dan sebelah kanannya langsung sawah.
Sesampainya di Posyandu yang dimaksud, aku terkejut. Sub-posyandu ini tidak memiliki bangunan khusus. Tempat ini adalah sebuah teras rumah milik penduduk setempat yang ia relakan untu menjadi tempat kegiatan Posyandu. Disni kami melakukan lagi apa yang kami lakukan di Posyandu yang sebelumnya. Namun karena posyandu ini adalah Sub-Posyandu, maka ibu-ibu yang datang membawa anaknya untuk ditimbang yang diperiksa status gizinya tidak sebanyak di Posyandu yang sebelumnya. Tidak memakan waktu lama disini, akhirnya kami pulang.
Ya, hanya itu kegiatan di luar rumah yang kami lakukan. Tidak banyak memang, tapi aku cukup senang bisa membantu kegiatan di Posyandu untuk pertama kalinya.
Semoga esok hari bisa melakukan hal yang bermanfaat lainnya.
Dukuh, 22 Juli 2016
Yuk, lanjut ke hari #4, disini :)





No comments:
Post a Comment