Saturday, 7 June 2014

catatan kecil tentang SOOCA

Jika saja kita selalu lebih peka terhadap apapun, kapanpun, dan dimanapun.
“Allah udah ngasih tanda-tandanya, kenapa kamu nggak peka?”

Banyak sekali cerita-cerita menjelang dan pasca SOOCA. Apapun itu yang terjadi, tapi pasti ada saja cerita menarik dibalik SOOCA.  Ini aku alami sendiri. Dimulai dari SOOCA pertama, hingga SOOCA ketiga yang aku lewati tanggal 5 Juni kemarin, aku benar-benar merasakannya.

Mulai dari susahnya menghafal semua case, sampai pada akhirnya aku mengerti bahwa semua case ini tidak seharusnya dihafal, tapi dipahami jalannya. Bagaimana awalnya penyakit ini bisa menyerang? apa penyebabnya? organ-organ mana saja yang terserang? jaringan yang mana yang rusak? apa sistem yang terganggu? Bagaimana mereka bisa terganggu? apa yang dilakukan pathogennya? melibatkan immune response apa saja?  apa saja sign-symptoms yang keluar? adakah komplikasi yang mungkin terjadi dari penyakit ini? Jika iya, apa saja komplikasi yang mungkin terjadi? bagaimana menanganinya? butuh obat atau tidak? obat jenis apa? mengapa memberikan obat yang itu? apakah obatnya memiliki side effect yang buruk untuk pasien? perlu follow up? Bagaimana etikamu ketika  menghadapi pasien? Apa edukasi-edukasi yang mungkin bisa kamu berika untuk mencegah timbulnya penyakit ini di kemudian hari kepada orang banyak? Apakah penyakit ini sudah mewabah kemana-mana? Golongan orang seperti apa yang memiliki resiko paling besar terserang penyakit ini?

Secara garis besar, mereka semua adalah mata rantai yang saling barkaitan dan tidak bisa  dipisahkan.

SOOCA bukan hanya ujian lisan biasa yang hanya cukup dengan modal hafalan. SOOCA juga bukan hanya ujian lisan biasa yang cukup dengan menguasai materi yang kamu terima selama 1 semester terakhir. SOOCA adalah bagaimana kamu belajar. SOOCA adalah bagaimana kamu memaknai setiap materi yang kamu dapatkan, bagaimana kamu memahaminya, bagaimana jika di kehidupan mendatang saat dua huruf (d dan r) itu sudah tertera didepan namamu, dan kamu menemukan seorang pasien yang keadaannya demikian sama dengan case yang pernah kamu temui selama tutorial, bagaimana kamu menghadapinya? Apa yang akan kamu lakukan? Obat apa yang akan kamu berikan? Apa treatment yang akan kamu jalankan?

Mugnkin kira-kira seperti itu..


SOOCA, memang sebuah ujian. Tapi SOOCA hanya sebagian kecil dari seluruh ujian hidup yang pasti akan kita hadapi J

No comments:

Post a Comment